Senin, 03 Juni 2013

UNIVERSITAS RIAU; MIMPI YANG NYATA


Berawal dari cita-cita memajukan pendidikan bagi para putra-putri daerah Riau, memunculkan inisiatif dari kalangan masyarakat dan pemerintah Riau untuk membangun suatu institusi pendidikan lanjutan bagi siswa yang telah menamatkan studinya di tingkat SLTA, yakni perguruan tinggi negeri. Memang sebelum itu, telah ada institusi serupa yang berada di propinsi lain, namun karena kesulitan akses bagi masyarakat Riau yang hendak menuntut ilmu, maka dibutuhkan jugalah suatu institusi perguruan tinggi negeri yang berada di wilayah Riau sendiri.
            Harmoni antara pemerintah dan masyarakat saat itu mewarnai sinergitas kerja mereka. Kekompakan itu membuat mimpi yang selama ini terpendam akhirnya segera terealisasikan. Pada era 60-an mereka mulai membentuk suatu komite demi terwujudnya perguruan tinggi negeri tersebut, yakni Panitia Persiapan Perguruan Tinggi Riau (P3TR) di Kota Tanjung Pinang. Namun ketika itu terjadi juga perpindahan ibukota provinsi ke Kota Pekanbaru. Akan tetapi hal ini tidak menjadikan surut semangat para pendahulu kita. Mereka tetap melanjutkan kepanitian tersebut di ibukota yang baru, tentunya tetap dengan semangat yang menggebu.
            Berkat kegigihan dan keuletan para panitia tersebut, akhirnya terbentuklah suatu yayasan yang dinamakan yayasan universitas riau. Dan berdasarkan surat keputusan yayasan universitas Riau No.2/KPTS/JUR/62 tanggal 25 september 1962, dan juga diperkuat dengan surat keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan no.123 tanggal 20 september 1963, maka lahirlah perguruan tinggi negeri yang diberi nama Universitas Riau. Saat itu universitas ini masih mempunyai dua fakultas yakni Fakultas Ketataniagaan dan Ketatanegaraan yang menjadi cikal bakal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jadi, dua fakultas ini ialah fakultas tertua yang ada di Universitas Riau.
            Melihat beragamnya passion putra-putri daerah Riau dan kecerdasan yang berbeda dipelbagai bidang, tahun berikutnya didirikanlah dua fakultas yang dapat menampung keahlian mereka yang lain di bidang finansial dan juga ilmu sains (efsak) yakni Fakultas Ekonomi serta Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam. Pada tahun-tahun selanjutnya mulai bermunculan fakultas-fakultas baru, seperti Fakultas Non Gelar Teknologi, di mana fakultas ini di kemudian hari terbagi menjadi dua yakni Fakultas Pertanian serta Fakultas Teknik. Hingga saat ini tercatat Universitas Riau mempunyai 9 fakultas dan 1 program studi yang berdiri sendiri.
            Dalam perjalanannya sejak lahir dan sampai sekarang, Universitas Riau memang terjadi beragam perubahan baik di bidang kependidikan maupun birokrasinya. Sebelum pimpinan utama Universitas ini atas nama rektor, kepemimpinan Universitas berada dibawah ketua presidium. Barulah sekitar tahun 1980 berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.148/M/1980 Universitas Riau mempunyai rektor definitif. Rektor pertama di Universitas ini ialah Bapak Prof. Dr. Muchtar Lutfi. Dan saat ini diamanahkan pada Bapak Prof. Dr. Ashaluddin Jalil, MS. Perubahan-perubahan yang terjadi di universitas ini bukanlah suatu hambatan bagi para pengenyam pendidikan atau akademisi dalam berkarya. Tercatat beragam prestasi telah ditorehkan oleh peserta didik, baik dosen maupun mahasiswa. Beberapa ukiran sejarah prestasi Universitas Riau antara lain; pada tahun 2008 Universitas Riau meraih juara 2 tingkat nasional Stan produk terinovatif; pada tahun 2009 tiga mahasiswa unri diundang untuk mempresentasikan penelitiannya di Jepang; tahun 2010 dua mahasiswa teknik Unoversitas Riau berhasil merebut penelitian hibah tingkat nasional; dan masih banyak lagi.
            Apa yang kita rasakan saat ini, yaitu tinggal memetik hasil, ialahlah buah kegigihan dari para pendahulu kita dalam mendirikan universitas tercinta ini. Mereka berjuang keras demi memajukan pendidikan bagi para penerusnya kelak, yakni kita. Oleh karenanya janganlah menodai sucinya perjuangan mereka tersebut dengan mencorengkan nama baik Universitas Riau, apalagi hal itu berhubungan dengan kepentingan personal dan kelompok sendiri. Janganlah kita menjadi perampas mimpi pendiri universitas kita ini. Namun jadilah orang-orang yang menyempurnakan mimpi-mimpi tersebut dengan banyak memberikan prestasi nyata untuk dipersembahkan bagi Universitas Riau, bagi nama baik universitas ini di nasional bahkan internasional.
            Menjaga nama baik universitas bukanlah hanya ketika kita berada didalamnya. Walaupun diri kita sudah tercatat sebagai alumnus Universita Riau, tapi tetap gelar yang kita pakai merupakan hasil pendidikan dari universitas tersebut. Setelah menamatkan pendidikan di sana, hendaklah kita tetap melanjutkan perjuangan diluar kampus sebagai putra daerah yang telah mengenyam pendidikan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerahnya. Karena tidak dipungkiri juga, peran masyarakat Riau terhadap pembangunan universitas ini juga begitu besar.

(3rd winner of UR history writing competition)

1 komentar:

  1. Handeh urang kampuang santiang yooo :)

    BalasHapus